Sirens
"Love, Lust, Art and Religion"
Sutradara: John Duigan
Sinopsis
In 1930s Australia, Anglican clergyman Anthony Campion and his prim wife, Estella, are asked to visit noted painter Norman Lindsay, whose planned contribution to an international art exhibit is considered blasphemous. While Campion and Lindsay debate, Estella finds herself drawn to the three beautiful models sitting for the painter's current work, freethinking Sheela, sensual Pru and virginal Giddy.
Pemeran
Film Terbaru
Film Berkaitan
Segera Tayang
Ulasan Penonton
Sirens punya premis menarik sebagai film komedi dan drama, tapi eksekusinya masih bisa lebih baik. Ada beberapa momen yang saya nikmati meski kurang konsisten.
Film ini menghadirkan konsep komedi dan drama yang unik. Sirens mungkin bukan yang terbaik di genre-nya, tapi masih ada hal yang bisa diapresiasi.
Masih bisa menikmati Sirens sebagai hiburan ringan. Meski ratingnya biasa, film ini punya momen-momen yang cukup entertaining.
Sirens (1994) tidak buruk untuk ditonton sekali. Ada usaha dalam pengembangan ceritanya meski hasilnya belum maksimal.
Sebagai film komedi dan drama, Sirens masih bisa menghibur. Beberapa elemen produksinya lumayan, tapi ceritanya perlu lebih dikembangkan.